Rabu, 07 November 2012

Tahun 2012 bukan ramalan KIAMAT

suku maya,kiamat,2012(thinkstockphoto)
Para ahli menegaskan bahwa, akhir dari kalendar Suku Maya tak ubahnya akhir kalender tahunan modern yang harus diganti tiap Desember. Jadi menurut para ahli, habisnya kalender tersebut bukan tanda kiamat.
"Bukti-bukti yang ditemukan mendukung bahwa tanggal tersebut memang tanggal penting yang dirayakan Suku Maya kuno. Meskipun demikian, mereka tidak meramalkan hari kiamat berkaitan dengan tanggal itu," jelas Marcello Canuto, Direktur Tulane University Middle America Research Institute.
Teks kuno yang ditemukan mengonfirmasi akhir penanggalan Suku Maya  --dikenal dengan kalendar Long Count-- akan jatuh pada 21 Desember 2012. Hari tersebut dikenal sebagai hari terakhir dari bak'tun ke-13 atau siklus 144.000 hari. Suku Maya Kuno memandang akhir bak'tun ke-13 merupakan akhir dari siklus penciptaan.
Interpretasi dari akhir tersebutlah yang membuat banyak kalangan meramalkan hari kiamat. Tidak semua orang membayangkan kiamat berupa hujan api dan badai yang menyebabkan musnahnya kehidupan di muka Bumi. John Hopes, ahli sejarah Maya dari University of Kansas, mengatakan, sekelompok orang memperkirakan adanya transformasi spiritual pada 21 Desember.
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Reuters pada Mei tahun ini menunjukkan bahwa 15 persen responden di seluruh dunia yakin kiamat akan terjadi pada saat mereka hidup. Sedangkan 10 persen responden meyakini akhir dunia tersebut akan terjadi tahun ini.
"Apa pun penyebabnya: 'tangan Tuhan', bencana alam, atau berkaitan dengan politik, mereka percaya kiamat sudah dekat," kata Keren Gottfried, Manajer Penelitian di Ipsos Global Public Affairs yang melakukan jajak pendapat untuk Reuters.
Hari kiamat sebetulnya adalah hal ilmiah. Para astronom dan berbagai peneliti sudah mengetahui bahwa alam semesta semakin luas hingga pada suatu saat, Matahari akan berada sangat jauh dan tidak mampu menyokong kehidupan di Bumi. Meskipun demikian, para peneliti meyakini bahwa saat itu tidak akan terjadi dalam jutaan tahun dari sekarang.

Sejarah Br. Sebatu



Sebatu adalah desa adat yang berasal dari urat kata: Sauh = tergelincir dan Batu = batu, jadi sauh batu artinya adalah tergelincir pada batu. Dari kata sauh batu lambat laun cara mengucapkan menjadi  Sebatu. Hal ini sesuai benar dengan apa yang  terdapat dalam ceritera Mayadenawa pada Usana Bali, yang ceriteranya adalah sebagai berikut :
          Mayadenawa adalah seorang raja besar  yang menguasai beberapa daerah seperti : Sasak, Sumbawa, Makasar, Bugis, Madura, Blangbangan, dan tentu saja Bali. Beliau bertahta Bedahulu dan mempunyai patih yang sangat sakti dan setia yaitu Kalawong. Karena mabuk akan kekuasaannya maka wataknya menjadi sombong angkuh dan “nyapa kadi aku” (egois), menganggap dirinya paling super bahkan lebih dari itu, yaitu menganggap dirinya sebagai dewa. Tidak jarang beliau menghalalkan perbuatan yang tidak  halal dan pada suatu ketika tatkala beliau sedang dihadap mencegat masyarakat bali yang bermaksud akan menghaturkan sembah widiwedana kepada para Dewa di pura Besakih. Sabdanya ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Ki Patih Kalawong, oleh karenanya berangkatlah beliau bersama dengan patihnya ke Besakih, dan tiba di pura Manik Mas. Setelah itu dilihatnya masyarakat  Bali datang berduyun-duyun membawa widiwedana.
          Dengan sifat dan sikap yang angkuh Mayadenawa memanggil masyarakat serta menanyakan apa maksud dan tujuannya mereka datang dengan membawa widiwedana ke Besakih. Yang ditanya dengan lugu menjawabnya, dimana mereka mengatakan behwa kedatangannya itu adalah bertujuan untuk menghaturkan sembah bakti dan widiwedana ke hadapan para Dewata di pura Besakih, agar  berkenan melimpahkan urip waras gemuh landuh dan dirghayusa. Sambil tertawa terbahak-bahak Mayadenawa menjawab dengan congkaknya, dimana dikatakan bahwa tiada Dewa terkecuali dirinya sendiri dan di jelaskannya pula bahwa pengertian rakyat Bali itu salah, sedangkan yang benar adalah dirinya sendiri Dewa sejati yang wajar disembah degan menghaturkan widiwedana. Kata-kata itu diucapkan sambil melontarkan ancaman, seandainya berani menentang  tentu akan di bunuh. Melihat kejadian itu masyarakat sangat sedih, namun tak seorangpun ada yang berani menolak ada mereka tunduk semuanya. Sejak peristiwa itu masyarakat  tidak ada yang berani datang ke Besakih untuk menghaturkan widiwedana, sehingga pulau Bali menjadi kering, di mana-mana penyakit merajalela, tanaman tidak bisa tumbuh, pendek kata masyarakat Bali  ditimpa kesengsaraan lahir dan batin. Hal ini segera dapat di ketahui oleh Bhatara Putrajaya atau Bhatara Mahadewa, maka beliau segera memanggil para Dewa lainnya di ajak berunding, untuk mengatasi problema yang menimpa Pulau Bali. Dalam pertemuan itu telah di simpulkan bahwa ulah sang Mayadenawa itu perlu di laporkan kepada Bhatara Pasupati di Gunung Mahameru dengan maksud agar Mayadenawa segera dilenyapkan dari bumi ini, selanjutnya diceritrakan Bhatara Mahadewa telah tiba dihadapan Bhatara Pasupati dan setelah menghaturkan sembah lalu diceritrakan maksud kedatangannya, yaitu untuk membunuh Mayadenawa, karena akibat dari ulahnya menyebabkan masyarakat Bali ditimpa malapetaka. Bhatara Pasupati tidak keberatan sehingga beliau meminta bantuan kepada Bhatara Indra. Demikian pula Bhatara Indra tiada berkeberatan untuk membantu Bhatara Mahadewa dalam memerangi sang Mayadenawa, maka segeralah pasukan Bhatara Indra disiap-siagakan ke Besakih.
          Melalui mata-mata yang tersebar luas di mana-mana sang Mayadenawa segera mengetahui maksud Bhatara Mahadewa, di mana di ketahui pula bahwa Bhatara Indra telah siap-siap tempur dan berkumpul di Besakih. Sang Mayadenawa pun tidak tinggal diam dan dengan segera disiapkannya pasukan untuk menangkis serangan pasukan Bhatara Indra. Ketika kedua belah pasukan saling berhadapan, maka terjadilah peperangan yang sangat dahsyat, namun ternyata pasukan Bhatara Indra jauh lebih unggul sehingga pasukan Mayadenawa menjadi porak-poranda seperti belukar di landa air bah, mengakibatkan Mayadenawa lari terbirit-birit ketakutan dikejar pasukan Bhatara Indra. Karena kesaktiannya dalam ilmu “maya” (berubah rupa) maka Mayadenawa dalam pelariannya sering kali merubah dirinnya menjadi pohon, binatang dan lain sebagainnya,namun itu di ketahui juga dan terus di kepung oleh pasukan Bhatara Indra. Ketika sang Mayadenawa lari bersembunyi pada pohon timbul maka tempat itu sekarang di namakan Desa Timbul, ketika bersembunyi pada janur (busung) maka desa tersebut di namakan Blusung,di dalam persembunyiannya sang Mayadenawa dengan tipu dayanya menciptakan air beracun (tirta cetik) yang akhirnya di minum oleh semua pasukan Bhatara Indra sehingga semua pasukan menemui ajalnya. Melihat semua pasukannya menemui ajal Bhatara Indra segera membawa senjata berupa umbul-umbul dan di tancapkan di air beracun itu, sehingga muncul mata air yang besar mengepul dari tanah. Air itu kemudian di gunakan untuk memerciki semua mayat pasukan Bhatara Indra maka ajaib semuanya hidup kembali. Mata air itu sekarang di sebut Tirta Empul. Pengejaran oleh pasukan Bhatara Indra dilanjutkan kembali dan Sang Mayadenawa lari ke arah barat dan menjadi seekor ayam jago, sekarang di sebut Desa Manukaya. Selanjutnya sang Mayadenawa lari sambil bersembunyi lagi pada beberapa tempat dan ketika lari di atas sebuah batu maka tergelincirlah (sauh) kakinya pada batu itu sehingga tempat itu di sebut SAUHBATU. Untuk seterusnya Sang Mayadenawa lari dan tibalah di pangkungpatas bersama patihnya Kalawong, di sana keduanya merubah diri menjadi batu padas, batu tersebut kemudian di panah oleh pasukan Bhatara Indra maka keluar darah dan mengalir pada Sungai Petanu, akhirnya matilah Sang Mayadenawa dengan patihnya.
          Demikianlah sejarah singkat asal mula nama desa adat SEBATU.
 
 

Penglukatan Pure Dalem lan Kusti Br. Sebatu

Sebatu……..,Tanpa terasa sudah tiga kali purnama secara berturut turut saya telah mendatangi tempat ini untuk ” Melukat “, saat ini timbul keinginan saya untuk menuliskannya di Blog ini dengan harapan bisa sharing atau bisa dijadikan gambaran bagi teman teman yang akan melaksanakan Penglukatan ke Desa Sebatu ini.
Adapun lokasinya yg terletak di banjar sebatu,desa sebatu, kecamatan tegallalang , kabupaten gianyar.  kira-kira 40 Km dari Kota Denpasar atau 21 Km dari Kota Gianyar. Tempat ini dapat dikunjungi dengan mudah melalui desa Peliatan atau melalui Tampaksiring, melalui hamparan sawah yang indah, diantara desa-desa yang mempunyai seni kerajinan yang baik, terutama karya seni pahat. Saya bahkan sempat berhenti untuk menikmati pemandangan persawahan yang  sangat indah dan masih tampak asri dan alami.
Setelah selesai memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan, sayapun berjalan menyusuri jalan beraspal sampai ketemu dua buah patung yang mengapit jalan menuju ke lokasi. Disini saya menghaturkan canang sari + rarapan yang sudah saya siapkan dari rumah. Selanjutnya Saya menyusuri jalanan menurun dengan beberapa anak tangga. Udara pedesaan nan sejuk terasa sekali masih asri dan tanpa polusi. Setelah berjalan beberapa kelok, saya pun disuguhi pemandangan asri dengan gemercik air nan syahdu dari sebelah pelinggih dengan beberapa pancuran alami dari bambu. Seusai menghaturkan canang sari saya pun melanjutkan perjalanan turun menuju tempat melukat.
Pura Sebatu, sungguh indah dan menarik, sangat berpotensi untuk dikembangkan pada konsep wisata spiritual. Pemandangan alam yang indah, air yang jernih dan suasana magis sungguh terasa begitu memasuki areal Pura Sebatu.  Pura Sebatu juga merupakan Pura yang sangat keramat dan magis.

Adapun sarana-sarana untuk penangkilan / melukat disini yaitu:
1.daksina pejati,terutama bagi mereka yang pertama kali melukat.
2.pejati yg dibawa hendaknya berisi pisang/biu kayu, berisi bunga tunjung warna bebas.
3.sarana muspa menggunakan kuangen dengan menggunakan bunga jempiring,sekar tunjung biru & pis bolong (uang bolong) 11 kepeng.      4.Pakaian yg di pakai nangkil yaitu pakaian adat bali, dimana pada saat melukat boleh hanya memakai kain kamen dan disarankan untuk tidak memakai perhiasan.

tata cara melukat adalah sebagai berikut :
1.melakukan persembahyangan di pelinggih pura dalem pingit & kusti yang  letaknya agak diatas dari tempat pesiraman,dengan menggunakan sarana kewangen. biasanya dipimpin oleh pemangku pada saat hari keagamaan spt purnama, kajeng kliwon, dsb.
2.usai sembahyang,kewangen yang ada  uang kepengnya dibawa kelokasi melukat. caranya, kewangen di letakan di depan jidat atau ubun ubun seperti saat kita  muspa, dengan membasahi kepala dan ubun ubun, setelah kepala basah lepas kewangan agar hanyut bersama air.
3.setelah selesai melukat,pemedek sembahyang sekali lagi di pelingih yang ada di dekat batu, sekalian nunastirta dan bija.
Keunikan dari tempat melukat di Sebatu ini adalah adanya perubahan warna air yang di pakai melukat setelah melalui badan kita, untuk orang yang memiliki penyakit biasanya airnya menjadi keruh (seperti air beras) . Disamping itu menurut pemangku setempat, Wanita yang lagi dapet tamu bulanan ( cuntaka ) dan anak kecil yang  belum ketus gigi tidak diperbolehkan ikut melukat di tempat ini karena akan menangis terus menerus katanya. Jangan kaget bila pada saat melukat kita menjumpai ada penangkil yang nangklang-nengkleng seperti tarian rangda dan mengeluarkan suara suara seram atau aneh, bahkan banyak pula yang kerauhan, dan banyak lagi keanehan dan aura magis yang lainnya.
Di areal paling ujung bagi pemedek yang sudah selesai melukat telah  disiapkan tempat untuk ganti pakaian, kemudian pulang menyusuri jalan setapak yang penuh tanjakan dengan anak tangga yang sedikit licin namun tetap mengasikkan karena udaranya yang segar dengan diiringi kicauan burung mendayu.
Tulisan inipun saya akhiri dengan menyisakan kenangan yang tak kan mungkin saya lupakan.

Selasa, 06 November 2012

sejarah pura Gunung Kawi Sebatu

1 Wantilan
2 Perantenan
3 Pelinggih Ngaskara Kajang
4 Genah Panglukatan
5 Pelinggih Batari Gangga
6 Padmasana
7 Bale Kulkul
8 Bale Patok
9 Bale Paselang
10 Bale Agung
11 Taman Jati
Pelinggih Batara Wisnu
12 Paruman
13 Asagan (tempat sajen)
14 Bale Alit
15 Tepasana (tempat Sajen)
16 Pengastulan dari
Karang Jro Mangku Brata
17 Pelinggih Batara Gunung Kawi
18 Meru - Pelinggih Ratu
Gunung Agung
19 Meru - Pelinggih Ratu
Gunung Lebah
20 Menjangan Seluang
21 Padmasana - Pelinggih
Batara Wisnu
22 Pangastulan saking
Karang Bukti
23 Pengastulan Karang Liguh
   
  Pura Panti Pasek Gelgel Sebatu
24 Bale Petamon
25 Bale Pawedan / Pamujaan
26 Bale Paselang
27 Bale Pingit - Ratu Ngerurah
28 Gedong Kawitan
29 Menjangan Saluang
30 Gedong Pesimpenan
31 Pelinggih Betara
Gunung Agung
32 Padmasana
33 Pelinggih Betara
Gunung Lebah
34 Pelinggih Gunung Sari
35 Gedong Tarub
36 Pangastawan Tirta
37 Taksu
38 Bale Alit
39 Paruman
40 Permandian anak- anak
( Alit-alit)
H Hutan
a Apit Lawang
 
Pura Tirta Dawa Gunung Kawi Sebatu
Ada 3 pura bernama Gunung Kawi di Bali, kebetulan semuanya berada di kabupaten Gianyar. Seperti halnya Pura Gunung Kawi Tampak Siring, Pura Gunung Kawi Sebatu merupakan obyek wisata yang terkenal. Artinya, keberadaannya tidak hanya menarik para pencari Hyang Widhi tetapi juga para wisatawan umum dari dalam dan luar negeri.
Pura Gunung Kawi Sebatu terletak di banjar Sebatu, desa Sebatu, kecamatan Tegallalang, kabupaten Gianyar, dikelilingi oleh kegiatan seni dan pariwisata yang cukup ramai. Pura ini kaya sekali dengan air, sumber air, kolam air, semuanya ditata secara sangat artistik untuk memulyakan anugrah Hyang Widi dalam manifestasinya sebagai Hyang Wisnu. Areal pekarangan pura sangat indah dan luas dan lengkap, ada wantilan yang cukup besar, tempat istirahat, peturasan yang cukup memadai, juga ada beberapa ekor binatang piaraan. Taman dan kolam ikan dengan ikan-ikannya yang besar-besar sangat terawat. Untuk pengunjung wisata dikenakan pungutan tiket beberapa ribu rupiah. Tidak ada pungutan untuk pengunjung yang beribadat. Pengunjung dibedakan dengan pakaian dan bawaannya. Tidak ada salahnya kalau semeton sambil beribadat juga membawa kamera atau cam-corder karena banyak sekali obyek yang sangat indah untuk konsumsi lensa.
Sejarah pura ini sering dikait-kaitkan dengan keberadaan Raja Mayadenawa dan kekuasaannya yang lalim. Entah bagaimana kebenarannya, belum ada penelitian yang dapat dijadikan bahan pengetahuan yang berharga. Sayang sekali bukan?
Padahal suasana sakral pura ini sangat baik untuk menunaikan bakti dan puja kepada Tuhan. Pada saat pura ini bebas dari wisatawan, terasa hawa dan perbawa aura-aura suci yang sangat kental. Tidak jarang beberapa detik berubah menjadi bisikan dan sapaan terimakasih karena telah berkunjung membawa tanda kasih dan bakti. Mudah sekali dirasakan, bahkan oleh pengheningcipta taraf pemula. Tempat yang bagus sekali untuk melatih kepekaan mata niskala. Lemparkan rasa kasih dan penyerahan diri maka secara spontan akan dikembalikan berlipat ganda.
Jangan terkejut kalau kita menemukan aura suci dari tokoh-tokoh bijak bukan saja dari Bali tetapi juga dari Jawa, seperti pujangga besar Ronggowarsito, kanjeng Pangeran Diponegoro dan banyak tokoh yang konon disemayamkan di Imogiri.
Letak Pura Pura Tirta Dawa Gunung Kawi Sebatu terletak di banjar Sebatu, desa Sebatu, kecamatan Tegallalang, kabupaten Gianyar. Terima kasih atas koreksi semeton I Made Pargita (LPD Sebatu).
Pengelingsir Pura
  • Pemangku Pura Gunung Kawi Sebatu:
    • Jro Mangku I Kt Nubawa (0852 3749 1884)
    • Jro Mangku Isteri Ni W Yuliati
  • Penyarikan Pura Panti Pasek Gelgel Sebatu:
    • MD Yuliana
  • Bandesa Sebatu: I Md Lanus Artawan
Piodalan / Pujawali / Patoyan
  • Pujawali diadakan tiap Purnama sasih Kasa.

Sejarah hindu di Bali

Masa Prasejarah

Zaman prasejarah Bali merupakan awal dari sejarah masyarakat Bali, yang ditandai oleh kehidupan masyarakat pada masa itu yang belum mengenal tulisan. Walaupun pada zaman prasejarah ini belum dikenal tulisan untuk menuliskan riwayat kehidupannya, tetapi berbagai bukti tentang kehidupan pada masyarakat pada masa itu dapat pula menuturkan kembali keadaanya Zaman prasejarah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang, maka bukti-bukti yang telah ditemukan hingga sekarang sudah tentu tidak dapat memenuhi segala harapan kita.
Berkat penelitian yang tekun dan terampil dari para ahli asing khususnya bangsa Belanda dan putra-putra Indonesia maka perkembangan masa prasejarah di Bali semakin terang. Perhatian terhadap kekunaan di Bali pertama-tama diberikan oleh seorang naturalis bernama Georg Eberhard Rumpf, pada tahun 1705 yang dimuat dalam bukunya Amboinsche Reteitkamer. Sebagai pionir dalam penelitian kepurbakalaan di Bali adalah W.O.J. Nieuwenkamp yang mengunjungi Bali pada tahun 1906 sebagai seorang pelukis. Dia mengadakan perjalanan menjelajahi Bali. Dan memberikan beberapa catatan antara lain tentang nekara Pejeng, Trunyan, dan Pura Bukit Penulisan. Perhatian terhadap nekara Pejeng ini dilanjutkan oleh K.C Crucq tahun 1932 yang berhasil menemukan tiga bagian cetakan nekara Pejeng di Pura Desa Manuaba, Tegallalang.
Penelitian prasejarah di Bali dilanjutkan oleh Dr. H.A.R. van Heekeren dengan hasil tulisan yang berjudul Sarcopagus on Bali tahun 1954. Pada tahun 1963 ahli prasejarah putra Indonesia Drs. R.P. Soejono melakukan penggalian ini dilaksanakan secara berkelanjutan yaitu tahun 1973, 1974, 1984, 1985. Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap benda-benda temuan yang berasal dari tepi pantai Teluk Gilimanuk diduga bahwa lokasi Situs Gilimanuk merupakan sebuah perkampungan nelayan dari zaman perundagian di Bali. Di tempat ini sekarang berdiri sebuah museum.
Berdasarkan bukti-bukti yang telah ditemukan hingga sekarang di Bali, kehidupan masyarakat ataupun penduduk Bali pada zaman prasejarah Bali dapat dibagi menjadi :
  1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
  2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut
  3. Masa bercocok tanam
  4. Masa perundagian

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana

Sisa-sisa dari kebudayaan paling awal diketahui dengan penelitian-penelitian yang dilakukan sejak tahun 1960 dengan ditemukan di Sambiran (Buleleng bagian timur), serta di tepi timur dan tenggara Danau Batur (Kintamani) alat-alat batu yang digolongkan kapak genggam, kapak berimbas, serut dan sebagainya. Alat-alat batu yang dijumpai di kedua daerah tersebut kini disimpan di Museum Gedong Arca di Bedulu, Gianyar.
Kehidupan penduduk pada masa ini adalah sederhana sekali, sepenuhnya tergantung pada alam lingkungannya. Mereka hidup mengembara dari satu tempat ketempat lainnya (nomaden). Daerah-daerah yang dipilihnya ialah daerah yang mengandung persediaan makanan dan air yang cukup untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Hidup berburu dilakukan oleh kelompok kecil dan hasilnya dibagi bersama. Tugas berburu dilakukan oleh kaum laki-laki, karena pekerjaan ini memerlukan tenaga yang cukup besar untuk menghadapi segala bahaya yang mungkin terjadi. Perempuan hanya bertugas untuk menyelesaikan pekerjaan yang ringan misalnya mengumpulkan makanan dari alam sekitarnya. Hingga saat ini belum ditemukan bukti-bukti apakah manusia pada masa itu telah mengenal bahasa sebagai alat bertutur satu sama lainnya.
Walaupun bukti-bukti yang terdapat di Bali kurang lengkap, tetapi bukti-bukti yang ditemukan di Pacitan (Jawa Timur) dapatlah kiranya dijadikan pedoman. Para ahli memperkirakan bahwa alat-alat batu dari Pacitan yang sezaman dan mempunyai banyak persamaan dengan alat-alat batu dari Sembiran, dihasilkan oleh jenis manusia. Pithecanthropus erectus atau keturunannya. Kalau demikian mungkin juga alat-alat baru dari Sambiran dihasilkan oleh manusia jenis Pithecanthropus atau keturunannya.

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut

Pada masa ini corak hidup yang berasal dari masa sebelumnya masih berpengaruh. Hidup berburu dan mengumpulkan makanan yang terdapat dialam sekitar dilanjutkan terbukti dari bentuk alatnya yang dibuat dari batu, tulang dan kulit kerang. Bukti-bukti mengenai kehidupan manusia pada masa mesolithik berhasil ditemukan pada tahun 1961 di Gua Selonding, Pecatu (Badung). Gua ini terletak di pegunungan gamping di Semenanjung Benoa. Di daerah ini terdapat goa yang lebih besar ialah Gua Karang Boma, tetapi goa ini tidak memberikan suatu bukti tentang kehidupan yang pernah berlangsung disana. Dalam penggalian Gua Selonding ditemukan alat-alat terdiri dari alat serpih dan serut dari batu dan sejumlah alat-alat dari tulang. Di antara alat-alat tulang terdapat beberapa lencipan muduk yaitu sebuah alat sepanjang 5 cm yang kedua ujungnya diruncingkan.
Alat-alat semacam ini ditemukan pula di sejumlah gua Sulawesi Selatan pada tingkat perkembangan kebudayaan Toala dan terkenal pula di Australia Timur. Di luar Bali ditemukan lukisan dinding-dinding gua, yang menggambarkan kehidupan sosial ekonomi dan kepercayaan masyarakat pada waktu itu. Lukisan-lukisan di dinding goa atau di dinding-dinding karang itu antara lain yang berupa cap-cap tangan, babi rusa, burung, manusia, perahu, lambang matahari, lukisan mata dan sebagainya. Beberapa lukisan lainnya ternyata lebih berkembang pada tradisi yang lebih kemudian dan artinya menjadi lebih terang juga di antaranya adalah lukisan kadal seperti yang terdapat di Pulau Seram dan Papua, mungkin mengandung arti kekuatan magis yang dianggap sebagai penjelmaan roh nenek moyang atau kepala suku.

Masa bercocok tanam

Masa bercocok tanam lahir melalui proses yang panjang dan tak mungkin dipisahkan dari usaha manusia prasejarah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya pada masa-masa sebelumnya. Masa neolithik amat penting dalam sejarah perkembangan masyarakat dan peradaban, karena pada masa ini beberapa penemuan baru berupa penguasaan sumber-sumber alam bertambah cepat. Penghidupan mengumpulkan makanan (food gathering) berubah menjadi menghasilkan makanan (food producing). Perubahan ini sesungguhnya sangat besar artinya mengingat akibatnya yang sangat mendalam serta meluas kedalam perekonomian dan kebudayaan.
Sisa-sisa kehidupan dari masa bercocok tanam di Bali antara lain berupa kapak batu persegi dalam berbagai ukuran, belincung dan panarah batang pohon. Dari teori Kern dan teori Von Heine-Geldern diketahui bahwa nenek moyang bangsa Austronesia, yang mulai datang di kepulauan kita kira-kira 2000 tahun S.M ialah pada zaman neolithik. Kebudayaan ini mempunyai dua cabang ialah cabang kapak persegi yang penyebarannya dari dataran Asia melalui jalan barat dan peninggalannya terutama terdapat di bagian barat Indonesia dan kapak lonjong yang penyebarannya melalui jalan timur dan peninggalan-peninggalannya merata dibagian timur negara kita. Pendukung kebudayaan neolithik (kapak persegi) adalah bangsa Austronesia dan gelombang perpindahan pertama tadi disusul dengan perpindahan pada gelombang kedua yang terjadi pada masa perunggu kira-kira 500 S.M. Perpindahan bangsa Austronesia ke Asia Tenggara khususnya dengan memakai jenis perahu cadik yang terkenal pada masa ini. Pada masa ini diduga telah tumbuh perdagangan dengan jalan tukar menukar barang (barter) yang diperlukan. Dalam hal ini sebagai alat berhubungan diperlukan adanya bahasa. Para ahli berpendapat bahwa bahasa Indonesia pada masa ini adalah Melayu Polinesia atau dikenal dengan sebagai bahasa Austronesia.

Masa perundagian

Gong, yang ditemukan pula di berbagai tempat di Nusantara, merupakan alat musik yang diperkirakan berakar dari masa perundagian.
Dalam masa neolithik manusia bertempat tinggal tetap dalam kelompok-kelompok serta mengatur kehidupannya menurut kebutuhan yang dipusatkan kepada menghasilkan bahan makanan sendiri (pertanian dan peternakan). Dalam masa bertempat tinggal tetap ini, manusia berdaya upaya meningkatkan kegiatan-kegiatannya guna mencapai hasil yang sebesar-besarnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pada zaman ini jenis manusia yang mendiami Indonesia dapat diketahui dari berbagai penemuan sisa-sisa rangka dari berbagai tempat, yang terpenting di antaranya adalah temuan-temuan dari Anyer Lor (Banten), Puger (Jawa Timur), Gilimanuk (Bali) dan Melolo (Sumbawa). Dari temuan kerangka yang banyak jumlahnya menunjukkan ciri-ciri manusia. Sedangkan penemuan di Gilimanuk dengan jumlah kerangka yang ditemukan 100 buah menunjukkan ciri Mongoloid yang kuat seperti terlihat pada gigi dan muka. Pada rangka manusia Gilimanuk terlihat penyakit gigi dan encok yang banyak menyerang manusia ketika itu.
Berdasarkan bukti-bukti yang telah ditemukan dapat diketahui bahwa dalam masyarakat Bali pada masa perundagian telah berkembang tradisi penguburan dengan cara-cara tertentu. Adapun cara penguburan yang pertama ialah dengan mempergunakan peti mayat atau sarkofagus yang dibuat dari batu padas yang lunak atau yang keras. Cara penguburannya ialah dengan mempergunakan tempayan yang dibuat dari tanah liat seperti ditemukan di tepi pantai Gilimanuk (Jembrana). Benda-benda temuan ditempat ini ternyata cukup menarik perhatian di antaranya terdapat hampir 100 buah kerangka manusia dewasa dan anak-anak, dalam keadaan lengkap dan tidak lengkap. Tradisi penguburan dengan tempayan ditemukan juga di Anyar (Banten), Sabbang (Sulawesi Selatan), Selayar, Rote dan Melolo (Sumba). Di luar Indonesia tradisi ini berkembang di Filipina, Thailand, Jepang dan Korea.
Kebudayaan megalithik ialah kebudayaan yang terutama menghasilkan bangunan-bangunan dari batu-batu besar. Batu-batu ini mempunyai biasanya tidak dikerjakan secara halus, hanya diratakan secara kasar saja untuk mendapat bentuk yang diperlukan. di daerah Bali tradisi megalithik masih tampak hidup dan berfungsi di dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Adapun temuan yang penting ialah berupa batu berdiri (menhir) yang terdapat di Pura Ratu Gede Pancering Jagat di Trunyan. Di pura in terdapat sebuah arca yang disebut arca Da Tonta yang memiliki ciri-ciri yang berasal dari masa tradisi megalithik. Arca ini tingginya hampir 4 meter. Temuan lainnya ialah di Sembiran (Buleleng), yang terkenal sebagai desa Bali kuna, disamping desa-desa Trunyan dan Tenganan. Tradisi megalithik di desa Sembiran dapat dilihat pada pura-pura yang dipuja penduduk setempat hingga dewasa ini. dari 20 buah pura ternyata 17 buah pura menunjukkan bentuk-bentuk megalithik dan pada umumnya dibuat sederhana sekali. Di antaranya ada berbentuk teras berundak, batu berdiri dalam palinggih dan ada pula yang hanya merupakan susunan batu kali.
Temuan lainnya yang penting juga ialah berupa bangunan-bangunan megalithik yang terdapat di Gelgel (Klungkung).Temuan yang penting di desa Gelgel ialah sebuah arca menhir yaitu terdapat di Pura Panataran Jro Agung. Arca menhir ini dibuat dari batu dengan penonjolan kelamin wanita yang mengandung nilai-nilai keagamaan yang penting yaitu sebagai lambang kesuburan yang dapat memberi kehidupan kepada masyarakat.

Masuknya Agama Hindu

Gua Gajah (sekitar abad XI), salah satu peninggalan masa awal periode Hindu di Bali.
Berakhirnya zaman prasejarah di Indonesia ditandai dengan datangnya bangsa dan pengaruh Hindu. Pada abad-abad pertama Masehi sampai dengan lebih kurang tahun 1500, yakni dengan lenyapnya kerajaan Majapahit merupakan masa-masa pengaruh Hindu. Dengan adanya pengaruh-pengaruh dari India itu berakhirlah zaman prasejarah Indonesia karena didapatkannya keterangan tertulis yang memasukkan bangsa Indonesia ke dalam zaman sejarah. Berdasarkan keterangan-keterangan yang ditemukan pada prasasti abad ke-8 Masehi dapatlah dikatakan bahwa periode sejarah Bali Kuno meliputi kurun waktu antara abad ke-8 Masehi sampai dengan abad ke-14 Masehi dengan datangnya ekspedisi Mahapatih Gajah Mada dari Majapahit yang dapat mengalahkan Bali. Nama Balidwipa tidaklah merupakan nama baru, namun telah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat diketahui dari beberapa prasasti, di antaranya dari Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 913 Masehi yang menyebutkan kata "Walidwipa". Demikian pula dari prasasti-prasasti Raja Jayapangus, seperti prasasti Buwahan D dan prasasti Cempaga A yang berangka tahun 1181 Masehi.
Di antara raja-raja Bali, yang banyak meninggalkan keterangan tertulis yang juga menyinggung gambaran tentang susunan pemerintahan pada masa itu adalah Udayana, Jayapangus , Jayasakti, dan Anak Wungsu. Dalam mengendalikan pemerintahan, raja dibantu oleh suatu Badan Penasihat Pusat. Dalam prasasti tertua 882-914, badan ini disebut dengan istilah "panglapuan". Sejak zaman Udayana, Badan Penasihat Pusat disebut dengan istilah "pakiran-kiran i jro makabaihan". Badan ini beranggotakan beberapa orang senapati dan pendeta Siwa dan Budha.
Di dalam prasasti-prasasti sebelum Raja Anak Wungsu disebut-sebut beberapa jenis seni yang ada pada waktu itu. Akan tetapi, baru pada zaman Raja Anak Wungsu, kita dapat membedakan jenis seni menjadi dua kelompok yang besar, yaitu seni keraton dan seni rakyat. Tentu saja istilah seni keraton ini tidak berarti bahwa seni itu tertutup sama sekali bagi rakyat. Kadang-kadang seni ini dipertunjukkan kepada masyarakat di desa-desa atau dengan kata lain seni keraton ini bukanlah monopoli raja-raja.
Dalam bidang agama, pengaruh zaman prasejarah, terutama dari zaman megalitikum masih terasa kuat. Kepercayaan pada zaman itu dititikberatkan kepada pemujaan roh nenek moyang yang disimboliskan dalam wujud bangunan pemujaan yang disebut teras piramid atau bangunan berundak-undak. Kadang-kadang di atas bangunan ditempatkan menhir, yaitu tiang batu monolit sebagai simbol roh nenek moyang mereka. Pada zaman Hindu hal ini terlihat pada bangunan pura yang mirip dengan pundan berundak-undak. Kepercayaan pada dewa-dewa gunung, laut, dan lainnya yang berasal dari zaman sebelum masuknya Hindu tetap tercermin dalam kehidupan masyarakat pada zaman setelah masuknya agama Hindu. Pada masa permulaan hingga masa pemerintahan Raja Sri Wijaya Mahadewi tidak diketahui dengan pasti agama yang dianut pada masa itu. Hanya dapat diketahui dari nama-nama biksu yang memakai unsur nama Siwa, sebagai contoh biksu Piwakangsita Siwa, biksu Siwanirmala, dan biksu Siwaprajna. Berdasarkan hal ini, kemungkinan agama yang berkembang pada saat itu adalah agama Siwa. Baru pada masa pemerintahan Raja Udayana dan permaisurinya, ada dua aliran agama besar yang dipeluk oleh penduduk, yaitu agama Siwa dan agama Budha. Keterangan ini diperoleh dari prasasti-prasastinya yang menyebutkan adanya mpungku Sewasogata (Siwa-Buddha) sebagai pembantu raja.

Masa 1343-1846

Masa ini dimulai dengan kedatangan ekspedisi Gajah Mada pada tahun 1343.

Kedatangan Ekspedisi Gajah Mada

Ekspedisi Gajah Mada ke Bali dilakukan pada saat Bali diperintah oleh Kerajaan Bedahulu dengan Raja Astasura Ratna Bumi Banten dan Patih Kebo Iwa. Dengan terlebih dahulu membunuh Kebo Iwa, Gajah Mada memimpin ekspedisi bersama Panglima Arya Damar dengan dibantu oleh beberapa orang arya. Penyerangan ini mengakibatkan terjadinya pertempuran antara pasukan Gajah Mada dengan Kerajaan Bedahulu. Pertempuran ini mengakibatkan raja Bedahulu dan putranya wafat. Setelah Pasung Grigis menyerah, terjadi kekosongan pemerintahan di Bali. Untuk itu, Majapahit menunjuk Sri Kresna Kepakisan untuk memimpin pemerintahan di Bali dengan pertimbangan bahwa Sri Kresna Kepakisan memiliki hubungan darah dengan penduduk Bali Aga. Dari sinilah berawal wangsa Kepakisan.

Periode Gelgel

Karena ketidakcakapan Raden Agra Samprangan menjadi raja, Raden Samprangan digantikan oleh Dalem Ketut Ngulesir. Oleh Dalem Ketut Ngulesir, pusat pemerintahan dipindahkan ke Gelgel (dibaca /gɛl'gɛl/). Pada saat inilah dimulai Periode Gelgel dan Raja Dalem Ketut Ngulesir merupakan raja pertama. Raja yang kedua adalah Dalem Watu Renggong (1460—1550). Dalem Watu Renggong menaiki singgasana dengan warisan kerajaan yang stabil sehingga ia dapat mengembangkan kecakapan dan kewibawaannya untuk memakmurkan Kerajaan Gelgel. Di bawah pemerintahan Watu Renggong, Bali (Gelgel) mencapai puncak kejayaannya. Setelah Dalem Watu Renggong wafat ia digantikan oleh Dalem Bekung (1550—1580), sedangkan raja terakhir dari zaman Gelgel adalah Dalem Di Made (1605—1686).

Zaman Kerajaan Klungkung

Kerajaan Klungkung sebenarnya merupakan kelanjutan dari Dinasti Gelgel. Pemberontakan I Gusti Agung Maruti ternyata telah mengakhiri Periode Gelgel. Hal itu terjadi karena setelah putra Dalem Di Made dewasa dan dapat mengalahkan I Gusti Agung Maruti, istana Gelgel tidak dipulihkan kembali. Gusti Agung Jambe sebagai putra yang berhak atas takhta kerajaan, ternyata tidak mau bertakhta di Gelgel, tetapi memilih tempat baru sebagai pusat pemerintahan, yaitu bekas tempat persembunyiannya di Semarapura.
Dengan demikian, Dewa Agung Jambe (1710-1775) merupakan raja pertama zaman Klungkung. Raja kedua adalah Dewa Agung Di Made I, sedangkan raja Klungkung yang terakhir adalah Dewa Agung Di Made II. Pada zaman Klungkung ini wilayah kerajaan terbelah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Kerajaan-kerajaan kecil ini selanjutnya menjadi swapraja (berjumlah delapan buah) yang pada zaman kemerdekaan dikenal sebagai kabupaten.

Kerajaan-kerajaan pecahan Klungkung

  1. Kerajaan Badung, yang kemudian menjadi Kabupaten Badung.
  2. Kerajaan Mengwi, yang kemudian menjadi Kecamatan Mengwi.
  3. Kerajaan Bangli, yang kemudian menjadi Kabupaten Bangli.
  4. Kerajaan Buleleng, yang kemudian menjadi Kabupaten Buleleng.
  5. Kerajaan Gianyar, yang kemudian menjadi Kabupaten Gianyar.
  6. Kerajaan Karangasem, yang kemudian menjadi Kabupaten Karangasem.
  7. Kerajaan Klungkung, yang kemudian menjadi Kabupaten Klungkung.
  8. Kerajaan Tabanan, yang kemudian menjadi Kabupaten Tabanan.
  9. Kerajaan Denpasar,yang kemudian menjadi Kota Madya Denpasar

Masa 1846-1949

Pada periode ini mulai masuk intervensi Belanda ke Bali dalam rangka "pasifikasi" terhadap seluruh wilayah Kepulauan Nusantara. Dalam proses yang secara tidak disengaja membangkitkan sentimen nasionalisme Indonesia ini, wilayah-wilayah yang belum ditangani oleh administrasi Batavia dicoba untuk dikuasai dan disatukan di bawah administrasi. Belanda masuk ke Bali disebabkan beberapa hal: beberapa aturan kerajaan di Bali yang dianggap mengganggu kepentingan dagang Belanda, penolakan Bali untuk menerima monopoli yang ditawarkan Batavia, dan permintaan bantuan dari warga Pulau Lombok yang merasa diperlakukan tidak adil oleh penguasanya (dari Bali).

Perlawanan Terhadap Orang-Orang Belanda

Peta perbentengan Belanda di Jagaraga, Sawan, Buleleng saat Belanda menyerang Bali tahun 1849
Masa ini merupakan masa perlawanan terhadap kedatangan bangsa Belanda di Bali. Perlawanan-perlawanan ini ditandai dengan meletusnya berbagai perang di wilayah Bali. Perlawanan-perlawanan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Perang Buleleng (1846)
  2. Perang Jagaraga (1848--1849)
  3. Perang Kusamba (1849)
  4. Perang Banjar (1868)
  5. Puputan Badung (1906)
  6. Puputan Klungkung (1908)
Dengan kemenangan Belanda dalam seluruh perang dan jatuhnya kerajaan Klungkung ke tangan Belanda, berarti secara keseluruhan Bali telah jatuh ke tangan Belanda.

Zaman Penjajahan Belanda

Sejak kerajaan Buleleng jatuh ke tangan Belanda mulailah pemerintah Belanda ikut campur mengurus soal pemerintahan di Bali. Hal ini dilaksanakan dengan mengubah nama raja sebagai penguasa daerah dengan nama regent untuk daerah Buleleng dan Jembrana serta menempatkan P.L. Van Bloemen Waanders sebagai controleur yang pertama di Bali.
Struktur pemerintahan di Bali masih berakar pada struktur pemerintahan tradisional, yaitu tetap mengaktifkan kepemimpinan tradisional dalam melaksanakan pemerintahan di daerah-daerah. Untuk di daerah Bali, kedudukan raja merupakan pemegang kekuasaan tertinggi, yang pada waktu pemerintahan kolonial didampingi oleh seorang controleur. Di dalam bidang pertanggungjawaban, raja langsung bertanggung jawab kepada Residen Bali dan Lombok yang berkedudukan di Singaraja, sedangkan untuk Bali Selatan, raja-rajanya betanggung jawab kepada Asisten Residen yang berkedudukan di Denpasar.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga administrasi, pemerintah Belanda telah membuka sebuah sekolah rendah yang pertama di Bali, yakni di Singaraja (1875) yang dikenal dengan nama Tweede Klasse School. Pada tahun 1913 dibuka sebuah sekolah dengan nama Erste Inlandsche School dan kemudian disusul dengan sebuah sekolah Belanda dengan nama Hollands Inlandshe School (HIS) yang muridnya kebanyakan berasal dari anak-anak bangsawan dan golongan kaya.

Lahirnya Organisasi Pergerakan

Akibat pengaruh pendidikan yang didapat, para pemuda pelajar dan beberapa orang yang telah mendapatkan pekerjaan di kota Singaraja berinisiatif untuk mendirikan sebuah perkumpulan dengan nama "Suita Gama Tirta" yang bertujuan untuk memajukan masyarakat Bali dalam dunia ilmu pengetahuan melalui ajaran agama. Sayang perkumpulan ini tidak burumur panjang. Kemudian beberapa guru yang masih haus dengan pendidikan agama mendirikan sebuah perkumpulan yang diberi nama "Shanti" pada tahun 1923. Perkumpulan ini memiliki sebuah majalah yang bernama "Shanti Adnyana" yang kemudian berubah menjadi "Bali Adnyana".
Pada tahun 1925 di Singaraja juga didirikan sebuah perkumpulan yang diberi nama "Suryakanta" dan memiliki sebuah majalah yang diberi nama "Suryakanta". Seperti perkumpulan Shanti, Suryakanta menginginkan agar masyarakat Bali mengalami kemajuan dalam bidang pengetahuan dan menghapuskan adat istiadat yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Sementara itu, di Karangasem lahir suatu perhimpunan yang bernama "Satya Samudaya Baudanda Bali Lombok" yang anggotanya terdiri atas pegawai negeri dan masyarakat umum dengan tujuan menyimpan dan mengumpulkan uang untuk kepentingan studiefonds.

Zaman Pendudukan Jepang

Setelah melalui beberapa pertempuran, tentara Jepang mendarat di Pantai Sanur pada tanggal 18 dan 19 Februari 1942. Dari arah Sanur ini tentara Jepang memasuki kota Denpasar dengan tidak mengalami perlawanan apa-apa. Kemudian, dari Denpasar inilah Jepang menguasai seluruh Bali. Mula-mula yang meletakkan dasar kekuasaan Jepang di Bali adalah pasukan Angkatan Darat Jepang (Rikugun). Kemudian, ketika suasana sudah stabil penguasaan pemerintahan diserahkan kepada pemerintahan sipil.
Karena selama pendudukan Jepang suasana berada dalam keadaan perang, seluruh kegiatan diarahkan pada kebutuhan perang. Para pemuda dididik untuk menjadi tentara Pembela Tanah Air (PETA). Untuk daerah Bali, PETA dibentuk pada bulan Januari tahun 1944 yang program dan syarat-syarat pendidikannya disesuaikan dengan PETA di Jawa.

Zaman Kemerdekaan

Menyusul Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 23 Agustus 1945, Mr. I Gusti Ketut Puja tiba di Bali dengan membawa mandat pengangkatannya sebagai Gubernur Sunda Kecil. Sejak kedatangan beliau inilah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Bali mulai disebarluaskan sampai ke desa-desa. Pada saat itulah mulai diadakan persiapan-persiapan untuk mewujudkan susunan pemerintahan di Bali sebagai daerah Sunda Kecil dengan ibu kotanya Singaraja.
Sejak pendaratan NICA di Bali, Bali selalu menjadi arena pertempuran. Dalam pertempuran itu pasukan RI menggunakan sistem gerilya. Oleh karena itu, MBO sebagai induk pasukan selalu berpindah-pindah. Untuk memperkuat pertahanan di Bali, didatangkan bantuan ALRI dari Jawa yang kemudian menggabungkan diri ke dalam pasukan yang ada di Bali. Karena seringnya terjadi pertempuran, pihak Belanda pernah mengirim surat kepada Rai untuk mengadakan perundingan. Akan tetapi, pihak pejuang Bali tidak bersedia, bahkan terus memperkuat pertahanan dengan mengikutsertakan seluruh rakyat.
Untuk memudahkan kontak dengan Jawa, Rai pernah mengambil siasat untuk memindahkan perhatian Belanda ke bagian timur Pulau Bali. Pada 28 Mei 1946 Rai mengerahkan pasukannya menuju ke timur dan ini terkenal dengan sebutan "Long March". Selama diadakan "Long March" itu pasukan gerilya sering dihadang oleh tentara Belanda sehingga sering terjadi pertempuran. Pertempuran yang membawa kemenangan di pihak pejuang ialah pertempuran Tanah Arun, yaitu pertempuran yang terjadi di sebuah desa kecil di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem. Dalam pertempuran Tanah Arun yang terjadi 9 Juli 1946 itu pihak Belanda banyak menjadi korban. Setelah pertempuran itu pasukan Ngurah Rai kembali menuju arah barat yang kemudian sampai di Desa Marga (Tabanan). Untuk lebih menghemat tenaga karena terbatasnya persenjataan, ada beberapa anggota pasukan terpaksa disuruh berjuang bersama-sama dengan masyarakat.

Puputan Margarana

Pada waktu staf MBO berada di desa Marga, I Gusti Ngurah Rai memerintahkan pasukannya untuk merebut senjata polisi NICA yang ada di Kota Tabanan. Perintah itu dilaksanakan pada 18 November 1946 (malam hari) dan berhasil baik. Beberapa pucuk senjata beserta pelurunya dapat direbut dan seorang komandan polisi NICA ikut menggabungkan diri kepada pasukan Ngurah Rai. Setelah itu pasukan segera kembali ke Desa Marga. Pada 20 November 1946 sejak pagi-pagi buta tentara Belanda mulai mengadakan pengurungan terhadap Desa Marga. Kurang lebih pukul 10.00 pagi mulailah terjadi tembak-menembak antara pasukan Nica dengan pasukan Ngurah Rai. Pada pertempuran yang seru itu pasukan bagian depan Belanda banyak yang mati tertembak. Oleh karena itu, Belanda segera mendatangkan bantuan dari semua tentaranya yang berada di Bali ditambah pesawat pengebom yang didatangkan dari Makassar. Di dalam pertempuran yang sengit itu semua anggota pasukan Ngurah Rai bertekad tidak akan mundur sampai titik darah penghabisan. Di sinilah pasukan Ngurah Rai mengadakan "Puputan" atau perang habis-habisan di desa margarana sehingga pasukan yang berjumlah 96 orang itu semuanya gugur, termasuk Ngurah Rai sendiri. Sebaliknya, di pihak Belanda ada lebih kurang 400 orang yang tewas. Untuk mengenang peristiwa tersebut pada tanggal 20 november 1946 di kenal dengan perang puputan margarana, dan kini pada bekas arena pertempuran itu didirikan Tugu Pahlawan Taman Pujaan Bangsa.

Konferensi Denpasar

Pada tanggal 7 sampai 24 Desember 1946, Konferensi Denpasar berlangsung di pendopo Bali Hotel. Konferensi itu dibuka oleh Hubertus Johannes van Mook yang bertujuan untuk membentuk Negara Indonesia Timur (NIT) dengan ibu kota Makassar (Ujung Pandang).
Dengan terbentuknya Negara Indonesia Timur itu susunan pemerintahan di Bali dihidupkan kembali seperti pada zaman raja-raja dulu, yaitu pemerintahan dipegang oleh raja yang dibantu oleh patih, punggawa, perbekel, dan pemerintahan yang paling bawah adalah kelian. Di samping itu, masih ada lagi suatu dewan yang berkedudukan di atas raja, yaitu dewan raja-raja.

Penyerahan Kedaulatan

Agresi militer yang pertama terhadap pasukan pemeritahan Republik Indonesia yang berkedudukan di Yogyakarta dilancarakan oleh Belanda pada tanggal 21 Juli 1947. Belanda melancarkan lagi agresinya yang kedua 18 Desember 1948. Pada masa agresi yang kedua itu di Bali terus-menerus diusahakan berdirinya badan-badan perjuangan bersifat gerilya yang lebih efektif. Sehubungan dengan hal itu, pada Juli 1948 dapat dibentuk organisasi perjuangan dengan nama Gerakan Rakyat Indonesia Merdeka (GRIM). Selanjutnya, tanggal 27 November 1949, GRIM menggabungkan diri dengan organisasi perjuangan lainnya dengan nama Lanjutan Perjuangan. Nama itu kemudian diubah lagi menjadi Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) Sunda Kecil.
Sementara itu, Konferensi Meja Bundar (KMB) mengenai persetujuan tentang pembentukan Uni Indonesia - Belanda dimulai sejak akhir Agustus 1949. Akhirnya, 27 Desember 1949 Belanda mengakui kedaulatan RIS. Selanjutnya, pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS diubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masa 1949-2007

Pada 12 Oktober 2002, terjadi pengeboman di Kuta yang menyebabkan sekitar 202 orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka. Sebagian besar korban meninggal adalah warga Australia dan Indonesia.

Sejarah Manchester United

Manchester United F.C. (biasa disingkat Man Utd, Man United atau hanya MU) adalah sebuah klub sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester,
Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.
Meski sejak dulu telah termasuk salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Manchester United meraih dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan Sir Alex Ferguson - dominasi dengan skala yang tidak terlihat sejak berakhirnya era Liverpool F.C. pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership pada tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan dua belas kali merebut trofi juara.
Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008).
Sejak musim 86-87, mereka telah meraih 22 trofi besar - jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara klub-klub Liga Utama Inggris. Mereka telah memenangi 19 trofi juara Liga Utama Inggris (termasuk saat masih disebut Divisi Satu). Pada tahun 1968, mereka menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa, setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1, dan mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999 dan sekali lagi pada tahun 2008 setelah mengalahkan Chelsea F.C. di final. Mereka juga memegang rekor memenangi Piala FA sebanyak 11 kali.[4] Pada 2008, mereka menjadi klub Inggris pertama dan klub Eropa kedua yang berhasil menjadi Juara Dunia Antarklub FIFA.
Pada 12 Mei 2005, pengusaha Amerika Serikat Malcolm Glazer menjadi pemilik klub dengan membeli mayoritas saham yang bernilai £800 juta (US$1,47 milyar) diikuti dengan banyak protes dari para pendukung fanatik.

Sejarah

Tahun awal (1878–1945)

Tim Manchester United pada awal sesi 1905-06, yang pada saat itu menjadi juara dua di Divisi 2 dan terangkat.
Tim pertama kali dibentuk dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railwaiy F.C. pada 1878 sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath. Kaos tim berwarna hijau - emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah memasuki kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris perkumpulan dan pengedropan "L&YR" dari nama mereka untuk menjadi Newton Heath F.C saja..
Tak lama kemudian, pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500. Lapangan Bank Street mereka telah ditutup.[5]
Sebelum tim mereka bubar, mereka menerima investasi dari J. H. Davies[ket 1], direktur Manchester Breweries. Awalnya, seorang legenda tim, Harry Stafford, yang merupakan kapten tim, memamerkan anjing St. Bernardnya[ket 2], kemudian Davies memutuskan untuk membeli anjing itu. Stafford menolak, tetapi berhasil memengaruhi Davies untuk menannamkan modal pada tim dan menjadi chairman tim.[6] Diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Central dan Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang imigran muda asal Italia, berkata "Tuan-tuan, mengapa kita tidak menggunakan nama Manchester United?"[7] Nama ditetapkan dan Manchester United secara resmi eksis mulai 26 April 1902. Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.
Ernest Mangnall ditunjuk menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang mengundurkan diri pada tanggal 28 September 1902. Mangnall bekerja keras untuk mengangkat tim ke Divisi Satu dan gagal pada upaya pertamanya, menempati urutan 5 Liga Divisi Dua. Mangnall memutuskan untuk menambah sejumlah pemain ke dalam klub dan merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken, ada juga Charlie Roberts yang membuat dampak besar. Dia dibeli £750 dari Grimsby Town pada April 1904, dan membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904.
Mereka kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan dua Divisi Dua musim 1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu berakhir kurang baik, mereka menempati urutan 8 klasmen. Akhirnya mereka memenangkan gelar liga pertamanya pada tahun 1908. Manchester City sedang diselidiki karena menggaji pemain diatas regulasi yang ditetapkan FA. Mereka didenda £250 dan delapan belas pemain mereka dihukum tidak boleh bermain untuk mereka lagi. United dengan cepat mengambil kesempatan dari situasi ini, merekrut Billy Meredith dan Sandy Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak boleh bermain dahulu sebelum tahun Baru 1907, akibat dari skors dari FA. Mereka mulai bermain pada musim 1907–08 dan United membidik gelar juara saat itu. Kemenangan 2–1 atas Sheffield United memulai kemenangan beruntun sepuluh kali United. Namun pada akhirnya, mereka tutup musim dengan keunggulan 9 poin dari rival mereka, Aston Villa.
Klub membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa trofi lagi, mereka memenangkan trofi Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim 1910–11. United pindah ke lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool, tetapi mereka kalah 4-3. Mereka tidak mendapat trofi lagi pada musim 1911–12, mereka tidak didukung oleh Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester City setelah 10 tahunnya bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu trofi pun.
United kembali terdegradasi pada tahun 1922 setelah sepuluh tahun bermain di Divisi Satu. Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk jajaran papan atas liga Divisi Satu dan mereka turun divisi lagi pada tahun 1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang sejarahnya yaitu posisi 20 klasemen Divisi Dua 1934. kekuatan mereka kembali ketika musim 1938–39.

Era Sir Matt Busby (1945–1969)

Pada tahun 1945, Matt Busby ditunjuk menjadi manager dari tim yang berbasis di Old Trafford ini. Dia meminta sesuatu yang tidak biasa pada pekerjaannya, seperti menunujuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Dia telah kehilangan lowongan manager di klub lain, Liverpool F.C., karena pekerjaan yang diinginkannya itu dirasa petinggi Liverpool adalah pekerjaan seorang direktur, tetapi United memberikan kesempatan untuk ide inovatifnya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan seorang asisten manager yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan menunjuk Busby sebagai manager merupakan keputusan yang sangat tepat, Busby membayar kepercayaan pengurus dengan mengantar United ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 and 1949 dan memenangkan Piala FA tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapaian United ini.
Charlie Mitten pulang ke Colombia untuk mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior United tidak menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952. Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pengalaman pemainnya, maka, dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain muda. Pertama-tama, pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953, tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956 dengan tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103 gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah satu manager yang paling sukses menangani Manchester United (pertengahan 1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards. Pemuda asal Dudley, West Midlands memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain di segala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956–57, mereka menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, kalah dari Aston Villa. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa, atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk tampil di Piala Champions. United dapat mencapai babak semi-final dan kemudian dikandaskan Real Madrid. Dalam perjalanannya ke semi-final, United juga mencatatkan kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar, mengalahkan tim juara Belgia Anderlecht 10–0 di Maine Road.
Sebuah plat kenangan di Old Trafford sebagai penghargaan untuk para pemain yang meninggal pada Tragedi München.
Tragedi terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat membawa tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di München, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi München 1958 tanggal 6 Februari 1958 merenggut nyawa 8 pemain tim - Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam "Billy" Whelan - dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.[8] Terjadi 2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal, yang disebabkan tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur. Penjaga gawang United Harry Gregg mempertahankan kesadaran saat kecelakaan itu dan dibawah ketakutan pesawat akan meledak, menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karier sepak bolanya berakhir cepat. Dokter München mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.
Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan pemain, mereka mencapai final Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat Tragedi München.
Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best. Best memiliki keatletikkan yang sangat langka. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.

Masa sulit (1969–1986)

Setelah masa yang gemilang, United mengalami masa-masa sulit ketika ditangani Wilf McGuinness, selesai diurutan delapan liga pada musim 1969–70. Kemudian dia mengawali musim 1970–71 dengan buruk, sehingga McGuinness kembali turun jabatan menjadi pelatih tim cadangan. Busby kembali melatih United, walaupun hanya 6 bulan. Dibawah asuhan Busby, United mendapat hasil yang lebih baik, namun pada akhirnya ia meninggalkan klub pada tahun 1971. Dalam waktu itu, United kehilangan beberapa pemain kuncinya seperti Nobby Stiles dan Pat Crerand.
Manager Celtic yang berhasil membawa Piala Champions ke Glasgow, Jock Stein, ditunjuk untuk mengisi posisi manager — Stein telah menyetujui kontrak secara verbal dengan United, tetapi membatalkannya — . Frank O'Farrell ditunjuk sebagai suksesor Busby. Seperti McGuinness, O'Farrell tidak bertahan lebih dari 18 bulan, bedanya hanya O'Farrell bereaksi untuk menanggulangi penampilan buruk dari United dengan membawa muka baru ke dalam klub, yang paling nyata adalah direkrutnya Martin Buchan dari Aberdeen seharga £125,000. Tommy Docherty menjadi manager diakhir 1972. Docherty, atau "Doc", menyelamatkan United dari degradasi namun United terdegradasi pada 1974, yang saat itu trio Best, Law and Charlton telah meninggalkan klub. Denis Law pindah ke Manchester City pada musim panas tahun 1973. Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best, Law and Charlton, namun tidak menghasilkan apa-apa.
Tim meraih promosi pada tahun pertamanya di Divisi Dua, dengan peran besar pemain muda berbakat Steve Coppell yang bermain baik pada musim pertamanya bersama United, bergabung dari Tranmere Rovers. United mencapai Final Piala FA tahun 1976, tetapi mereka dikalahkan Southampton. Mereka mencapai final lagi tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2–1. Didalam kesuksesan ini, Docherty dipecat karena diketahui memiliki hubungan dengan istri fisioterapi.
Dave Sexton menggantikan Docherty di musim panas 1977 dan membuat tim bermain lebih defensif. Gaya bermain ini tidak disukai suporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Bailey dan Ray Wilkins, namun tidak dapat mengangkat United menembus ke papan atas, hanya sekali finis diurutan kedua, dan hanya sekali lolos ke babak final Piala FA, dikalahkan Arsenal. Karena tidak meraih gelar, Sexton dipecat pada tahun 1981, walaupun ia memenangkan 7 pertandingan terakhirnya.
Dia digantikan manager flamboyan Ron Atkinson. Dia memecahkan rekor transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Robson disebut-sebut merupakan pemain tengah terbaik sepeninggal Duncan Edwards. Tim Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul McGrath dan Gordon Strachan yang bermain bersama Norman Whiteside dan Mark Hughes. United memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985, dan diunggulkan untuk memenangkan liga musim 1985–86 setelah memenangkan 10 pertandingan liga pertamanya, membuka jarak 10 poin dengan saingan terdekatnya sampai Oktober 1986. Penampilan United kemudian menjadi buruk dan United mengakhiri musim di urutan 4 klasemen. Hasil buruk United terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986, Atkinson dipecat. Setelah itu United merekrut pelatih baru, yaitu Sir Alex Ferguson.

Era Alex Ferguson (1986–sekarang)

Sebelum Treble (1986-1998)

Alex Ferguson datang dari Aberdeen untuk menggantikan Atkinson dan mengantarkan klub meraih posisi 11. Musim berikutnya yaitu musim 1987–88, United menyelesaikan liga di posisi kedua, dengan Brian McClair yang menjadi pencetak 20 gol liga setelah George Best.
United mengalami masa sulit 2 musim berikutnya. Dengan pembelian pemain yang cukup banyak, Ferguson tidak dapat memenuhi harapan suporter. Alex Ferguson telah berada dalam bahaya pemecatan pada awal 1990, tetapi sebuah gol dari Mark Robins membawa United menang 1–0 atas Nottingham Forest dibabak ketiga Piala FA. Ini membuat Ferguson terselamatkan dan pada akhirnya United memenangkan Piala FA, setelah mengalahkan Crystal Palace di partai ulang babak final.
United memenangkan Winners' Cup Eropa di 1990–91, mengalahkan juara Spanyol musim itu, Barcelona di final, tetapi mengecewakan di musim berikutnya karena di liga mereka kalah dari saingan, Leeds United.
Kedatangan Eric Cantona di November 1992 merupakan sebuah langkah krusial United saat itu. Cantona membaur bersama pemain dan memenangkan Final Piala FA menjadikan MU menjadi juara dua di liga dan Piala FA. Ferguson membuat suporter kesal karena menjual beberapa pemain Beberapa dari mereka langsung terpilih menjadi anggota Tim nasional sepak bola Inggris. Secara mengejutkan, United kembali meraih double pada musim 1995–96. Ini adalah pertama kalinya klub Inggris meraih double sebanyak dua kali dan akhirnya mereka mendapat sebutan "Double Double".[9]
Mereka memenangkan liga musim 1996–97 dan Eric Cantona menyatakan pensiun dari persepak bolaan profesional pada usia 30. Mereka mengawali musim 1997–98 dengan baik, tetapi mengakhiri liga pada posisi dua klasemen, dibawah pemenang dua gelar, Arsenal.

Treble (1998–1999)

Trofi Treble Manchester United disimpan di museum d Old Trafford.
Musim 1998–99 untuk Manchester United adalah musim tersukses karena mereka berhasil menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah meraih Treble(tiga gelar dalam satu musim) — dengan memenangkan Liga Utama Inggris, Piala FA dan Liga Champion UEFA di musim yang sama.[10] Setelah melewati Liga Utama yang padat, Manchester United berhasil memenangkan liga pada pertandingan terakhir melawan Tottenham Hotspur dengan skor 2–1, ketika Arsenal menang 1–0 atas Aston Villa.[11] Memenangkan Liga Utama merupakan bagian pertama dari treble United, yang disebut Ferguson bagian tersulit.[11] Di final Piala FA mereka bertemu Newcastle United dan menang 2–0 melalui gol Teddy Sheringham dan Paul Scholes.[12] Pada pertandingan terakhir mereka musim itu, pertandingan Final Liga Champions UEFA 1999, mereka mengalahkan Bayern Munich, pertandingan tersebut disebut-sebut sebagai comeback terbaik yang pernah ada, kalah sampai dengan injury time dan mencetak gol dua kali di menit-menit terakhir untuk memastikan kemenangan 2–1.[10] Manchester United juga memenangkan Piala Interkontinental setelah mengalahkan Palmeiras 1–0 di Tokyo.[13]

Setelah Treble (1999–sekarang)

United memenangkan liga tahun 2000 dan 2001, tetapi mereka gagal meraih kembali trofi kompetisi Eropa. Pada tahun 2000, Manchester United menjadi salah satu dari 14 pendiri kelompok G-14.[14] Ferguson mengadopsi gaya permainan bertahan dan tetap gagal di kompetisi Eropa dan United menyelesaikan liga pada urutan ketiga klasemen. Mereka meraih kembali gelar liga musim berikutnya dan memulai musim dengan sangat baik, namun penampilan mereka memburuk ketika Rio Ferdinand menerima skorsing 8 bulan karena gagal dalam tes doping. Mereka memenangkan Piala FA 2004, setelah mengalahkan Millwall.
Musim 2004-05, produktivitas gol United berkurang, yang disebabkan oleh cederanya Ruud van Nistelrooy dan United menyelesaikan musim tanpa meraih satu gelar pun. Kali ini, Piala FA dimenangkan oleh Arsenal yang mengalahkan United melalui adu penalti. Di luar lapangan, cerita utamanya adalah kemungkinan klub diambil alih oleh pihak lain dan pada akhir musim, Malcolm Glazer, seorang pengusaha asal Tampa, telah memiliki kepemilikikan United.
Giggs pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak untuk United.
United melakukan awal buruk pada musim 2005–06, dengan kepergian Roy Keane yang bergabung dengan Celtic setelah United banyak dikritik publik dan klub gagal melewati babak knock-out Liga Champions untuk pertama kalinya dalam satu dekade setelah kalah dari tim asal Portugal, Benfica. Musim ini adalah musim yang buruk bagi United karena pemain kunci mereka seperti, Gabriel Heinze, Alan Smith, Ryan Giggs dan Paul Scholes cedera. Mereka hanya meraih satu gelar musim itu, Piala Liga, mengalahkan tim promosi Wigan Athletic dengan skor 4–0. United memastikan tempat di urutan kedua klasemen liga dan lolos otomatis ke Liga Champions setelah mengalahkan Charlton Athletic 4–0. Akhir musim 2005–06, satu dari penyerang kunci, Ruud van Nistelrooy, meninggalkan klub dan bergabung dengan Real Madrid, karena hubungannya dengan Alex Ferguson retak.[15]
Musim 2006-07 memperlihatkan gaya permainan United yang menyerang seperti pada dekade 90-an, mencetak 20 gol lebih di 32 pertandingan. Pada Januari 2007, United mendapatkan Henrik Larsson dengan status pinjaman selama 2 bulan dari Helsingborgs, dan pemain itu memiliki pera penting dalam pencapaian United di Liga Champions,[16] dengan harapan meraih Treble kedua; namun setelah mencapai babak semi-final, United kalah dari A.C. Milan 3–5(agregat).[17]
Dalam perayaan ke-50 keikutsertaan Manchester United dalam kompetisi Eropa, dan juga perayaan ke-50 dari Treaty of Rome, Manchester United bertanding melawan Marcello Lippi dan tim Eropa XI di Old Trafford pada 13 Maret 2007. United memenangkan pertandingan 4–3.[18]
Empat tahun setelah gelar terakhir mereka, United meraih kembali gelar juara liga pada 6 Mei 2007, setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal, meninggalkan the Blues tujuh poin di belakang dengan menyisakan 2 pertandingan, diikuti kemenangan United 1–0 dalam derbi Manchester hari sebelumnya, mengantarkan United ke gelar kesembilan Premiership-nya dalam 15 tahun eksistensinya. Namun, mereka tidak dapat mencapai double keempat mereka, karena Chelsea mengalahkan United 1-0 di final Piala FA 2007 yang berlangsung di Stadion Wembley yang baru.
Pada 11 Mei 2008, United kembali meraih gelar liga setelah mengalahkan Wigan 2-0 di pertandingan terakhir untuk memastikan gelar tersebut, disusul gelar Liga Champions pada tanggal 21 Mei 2008 yang diraih dengan mengalahkan Chelsea 6-5 di final melalui adu penalti setelah bermain seri 1-1 di waktu normal 2x45 menit serta perpanjangan waktu 2x15 menit. Dengan status sebagai juara Liga Champions tersebut, United berhak mengikuti Piala Dunia Antarklub FIFA 2008 dan berhasil menjuarai turnamen tersebut setelah mengalahkan Gamba Osaka 5-3 di semifinal dan LDU Quito 1-0 di final. United pun menjadi klub Eropa kedua yang menjadi juara dunia setelah AC Milan pada 2007. Setahun setelah final Liga Champions UEFA tahun 2008, Manchester United masuk kembali ke final tahun 2009. Manchester United kemudian mengalami kekalahan dalam final Liga Champions UEFA 2008–09, saat menghadapi Barcelona dengan skor 2 – 0 di Roma, Italia.
Musim 2009-10 bukanlah musim yang bagus, karena hanya mendapatkan gelar Piala Liga, hanya finis di posisi kedua, dan terdepak di Liga Champions oleh Bayern Munich. Musim selanjutnya United meraih titel juara liga teratas untuk ke-19 kalinya, melewati Liverpool dengan 18 gelar juara liga, setelah imbang di Blackburn 1-1 untuk penentuan gelar juara dengan Chelsea. Di Eropa, United meraih medali runner-up setelah dihantam pasukan Pep Guardiola,Barcelona 3-1. Di musim tersebut, United kehilangan Gary Neville, Owen Hargreaves, Paul Scholes dan Edwin van der Sar. Di musim 2011-12, United mendapat kemenangan besar atas Arsenal 8-2 di Old Trafford, tetapi kekalahan besar dari Manchester City 1-6 di tempat yang sama. Pertandingan melawan Sunderland (1-0 United) adalah sejarah bagi United, khususnya Sir Alex yang telah resmi 25 tahun bersama United. North Stand resmi diganti namanya menjadi Sir Alex Ferguson Stand. Pada musim itu pula United tidak berhasil menembus 16 besar Liga Champions setelah dikalahkan Basel 1-2 di Swiss. United juga tidak berhasil menembus perempat final Liga Europa setelah tumbang oleh Athletic Bilbao. Di domestik, United disapu Crystal Palace 1-2 di kandang di ajang Piala Liga. United juga menelan kekalahan 1-2 di Anfield dalam ajang Piala FA.

Lambang dan warna klub

Lambang Manchester United dari tahun 1960-an hingga awal 1970-an
Ketika nama tim masih Newton Heath, seragam tim berwarna hijau-kuning. Pada tahun 1902, sehubungan dengan pergantian nama menjadi Manchester United, klub mengganti warna seragam mereka menjadi merah (kaos), putih (celana), dan hitam (kaos kaki), yang menjadi standar seragam MU sampai saat ini. Pengecualian ketika tim bertanding di Final Piala FA tahun 1909 melawan Bristol City, kaos berwarna putih berkerah merah berbentuk V. Desain seragam ini kembali digunakan saat 1920-an ketika seragam tim berwarna merah-merah.
Kostum tandang biasanya adalah kaos putih, celana hitam, dan kaos kaki putih, tetap warna lain juga pernah digunakan, termasuk kaos biru bergaris putih yang digunakan dari tahun 1903 sampai 1916, hitam seluruhnya pada 1994 dan 2003 dan kaos biru dengan garis horisontal perak pada tahun 2000. Satu yang paling terkenal, hanya dipakai sebentar, kostum tandang United yang berwarna keseluruhan abu-abu dipakai pada musim 1995–96. Kostum ini tidak digunakan lagi saat MU kalah pada pertandingan pertama pemakaian kostum ini. Pada babak pertama, MU kalah 3-0 dari Southhampton, mereka mengganti seragam yang mereka kenakan menjadi seragam ketiga mereka yang berwarna biru-putih, tetapi pada akhirnya kalah 3–1. Seragam abu-abu tidak pernah lagi digunakan akibat hasil buruk yang mereka dapat pada pertandingan pertama dengan seragam abu-abu itu.[19][20] Seragam tandang MU yang terkenal lainnya adalah kaos putih dengan lengan hitam dan garis emas-hitam. Seragam ini adalah seragam terakhir yang didesain Umbro sebelum MU memilih produsen Nike, dan memperingati 100 tahun pergantian nama dari Newton Heath F.C menjadi Manchester United.
Kostum ketiga United berwarna biru, yang dikenakan pemain saat memenangkan Piala Champions 1968. Pengecualian, kostum kuning terang yang digunakan pada awal 1970-an, seragam biru bergaris putih yang dipakai 1996, dan kaos putih bergaris merah-hitam yang dipakai pada 2004. United juga menggunakan kostum ketiga untuk latihan. United mengadopsi warna kostum hitam keseluruhan pada musim 1998–99 dan kaos biru tua dengan pinggiran marun pada tahun 2001 untuk bertanding melawan Southampton dan PSV Eindhoven.
Lambang Manchester United telah diganti beberapa kali, tetapi perubahan yang dilakukan tidak terlalu signifikan. Setan yang terletak di tengah lambang merupakan akar dari julukan "Setan Merah" (The Red Devils), yang muncul di era 1960-an setelah Matt Busby mendengar itu dari fans tim rugbi Salford.[21] Pada akhir 60-an, lambang setan telah mulai untuk dimasukkan pada brosur program dan syal klub, hingga akhirnya dimasukkan ke dalam lambang klub dengan memegang trisula. Di 1998, logo kembali didesain ulang, kali ini menghilangkan tulisan "Football Club".[22] Perubahan ini bertentangan dengan pendapat suporter, yang memandang bahwa MU semakin menjauhi akar sepak bola dan perubahan ini hanya untuk kepentingan bisnis semata.

Tur

Tur 2009

Pada tahun 2009 lalu, Manchester United menggelar tur di Asia. Manchester United seharusnya mengunjungi 4 negara, yaitu Malaysia, Cina, Korea Selatan, dan Indonesia, namun pada tanggal 17 Juli 2009, 3 hari sebelum datang ke Jakarta, terjadi Bom Kuningan 2009 di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta. Karena hal ini MU membatalkan turnya ke Jakarta.

Tur 2010

Pada 6 Juli 2010, Manchester United kembali mengadakan Tur di Amerika Utara. Manchester United melawan 4 tim dari dua negara, Amerika Serikat dan Kanada. Tur 2011 digelar pada Juli 2011 di Amerika Serikat dan United melawan tim-tim berikut:[23]

Tur 2012

Skuat

Tim utama

Per 17 Agustus 2012..[24]
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos. Nama
1 Bendera Spanyol GK David de Gea
2 Bendera Brasil DF Rafael
3 Bendera Perancis DF Patrice Evra (wakil kapten)
4 Bendera Inggris DF Phil Jones
5 Bendera Inggris DF Rio Ferdinand
6 Bendera Irlandia Utara DF Jonny Evans
7 Bendera Ekuador MF Antonio Valencia
8 Bendera Brasil MF Anderson
10 Bendera Inggris FW Wayne Rooney
11 Bendera Wales MF Ryan Giggs
12 Bendera Inggris DF Chris Smalling
13 Bendera Denmark GK Anders Lindegaard
14 Bendera Meksiko FW Javier Hernández
15 Bendera Serbia DF Nemanja Vidić (kapten)

No.
Pos. Nama
16 Bendera Inggris MF Michael Carrick
17 Bendera Portugal MF Nani
18 Bendera Inggris MF Ashley Young
19 Bendera Inggris FW Danny Welbeck
20 Bendera Belanda FW Robin van Persie
21 Bendera Chili FW Ángelo Henríquez
22 Bendera Inggris MF Paul Scholes
23 Bendera Inggris MF Tom Cleverley
24 Bendera Skotlandia MF Darren Fletcher
25 Bendera Inggris MF Nick Powell
26 Bendera Jepang MF Shinji Kagawa
27 Bendera Italia FW Federico Macheda
28 Bendera Belanda DF Büttner
33 Bendera Portugal FW Bébé

Pemain tim utama yang dipinjamkan

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos. Nama
Bendera Inggris GK Ben Amos (di Hull City sampai 30 Juni 2013)[25][26]

No.
Pos. Nama
Bendera Brasil DF Fábio (di Queens Park Rangers sampai 30 Juni 2013)[27]

Kapten klub

Waktu Nama Catatan
1878–1896 Tidak diketahui
1896–1903 Bendera Inggris Harry Stafford Kapten pertama Manchester United
1904–1907 Bendera Skotlandia Jack Peddie
1907–1913 Bendera Inggris Charlie Roberts
1913–1919 Bendera Inggris George Stacey
1919–1922 Bendera Inggris George Hunter
1922–1928 Bendera Inggris Frank Barson
1928–1932 Bendera Inggris Jack Wilson
1932–1936 Bendera Inggris Hugh McLenahan
1936–1939 Bendera Inggris Jimmy Brown
1939–1946 Tidak ada Tidak ada sepak bola ketika Perang Dunia Kedua dan stadion Old Trafford hancur dibom tentara Jerman
1946–1953 Bendera Republik Irlandia Johnny Carey Kapten pertama yang berasal dari luar Inggris Raya dan kapten pertama MU di Maine Road
1953–1954 Bendera Inggris Allenby Chilton Kapten selama 1 musim setelah Johnny Carey pensiun.
1954–1958 Bendera Inggris Roger Byrne Meninggal dunia pada tahun 1958 Tragedi Munich Air
1958–1962 Bendera Inggris Bill Foulkes
1962-1967 Bendera Inggris Noel Cantwell
1967–1973 Bendera Inggris Bobby Charlton Kapten dengan Rekor Penampilan terbanyak sepanjang sejarah MU
1973–1979 Bendera Skotlandia Martin Buchan
1979–1982 Bendera Irlandia Utara Sammy McIlroy
1982–1994 Bendera Inggris Bryan Robson Kapten terlama sepanjang sejarah United
1994–1996 Bendera Inggris Steve Bruce
1996–1997 Bendera Perancis Eric Cantona Kapten pertama di MU yang berakhir pensiun
1997–2005 Bendera Republik Irlandia Roy Keane Memenangkan lebih banyak trofi dibandingkan kapten United lainnya
2005–2008 Bendera Wales Ryan Giggs
2008-2010 Bendera Inggris Gary NevilleI Kapten pertama yang lahir di Manchester Raya sejak Roger Bryne.
2010- Bendera Serbia Nemanja Vidic Kapten pertama asal Eropa Timur.

Pemain terkenal

Untuk pemain terkenal, lihat: Daftar Pemain Manchester United.

Pengurus klub

Manchester United Limited
  • Chairman: Joel Glazer & Avram Glazer
  • Direktur: Bryan Glazer, Kevin Glazer, Edward Glazer & Darcie Glazer
  • Pimpinan Eksekutif: David Gill
  • Chief Operating Officer: Michael Bolingbroke
  • Direktur Komersial: Richard Arnold
Klub sepak bola Manchester United
  • Direktur: David Gill, Michael Edelson, Sir Bobby Charlton, Maurice Watkins
  • Sekretaris Klub: Ken Ramsden
  • Asisten Sekretaris Klub: Ken Merrett
Staf tim senior
  • Sekretaris Perusahaan: Patrick Stewart
  • Asisten Sekretaris Perusahaan: Ken Ramsden
  • Direktur Komunikasi: Phil Townsend
  • Direktur Komersial: Ben Hatton
  • Direktur Pemasaran: vacant
  • Direktur Servis Finansial: Steve Falk
  • Direktur Finansial dan TI: Steve Deaville
  • Direktur Fasilitas: Clive Snell
Staf kepelatihan dan medis
  • Manajer: Sir Alex Ferguson
  • Asisten Manajer: Mike Phelan
  • Pelatih Tim Utama: René Meulensteen
  • Pelatih Kiper: Eric Steele
  • Pelatih Kebugaran: Tony Strudwick
  • Pelatih Fisik: Mick Clegg
  • Manajer Tim Cadangan: Warren Joyce
  • Pelatih Tim Cadangan: Warren Joyce
  • Pimpinan Pencari Bakat: Jim Lawlor
  • Pimpinan Pencari Bakat Eropa: Martin Ferguson
  • Direktur Akademi: Brian McClair
  • Direktur Sepak Bola Muda: Jimmy Ryan
Staf Kepelatihan Akademi
  • Asisten Direktur untuk usia 17–21 tahun: Paul McGuinness
  • Asisten Direktur untuk usia 9–16 tahun: Tony Whelan
  • Pelatih Kepala U-18: Paul McGuinness
  • Pelatih Kepala U-16: Mark Dempsey
  • Pelatih Kepala U-12: Tony Whelan
  • Pelatih Kepala U-10: Eamon Mulvey
  • Pelatih Pengembangan Teknik: René Meulensteen
  • Pelatih Kiper: Richard Hartis
  • Pelatih Akademi: Eddie Leach, Tommy Martin, Mike Glennie & Andy Welsh
Staf Medis
  • Dokter Tim: Dr. Steve McNally
  • Asisten Dokter Tim: Dr. Tony Gill
  • Ahli fisioterapi Tim Utama: Rob Swire
  • Ahli fisioterapi Tim Cadangan: Neil Hough
  • Ahli fisioterapi Akademi Senior: Mandy Johnson
  • Ahli fisioterapi Akademi: John Davin & Richard Merron
  • Pemijat: Gary Armer & Rod Thornley
  • Pengatur Makanan Tim: Trevor Lea

Daftar pelatih

Waktu Nama Catatan
1878–1892 Tidak Diketahui
1892–1900 Bendera Inggris A. H. Albut
1900–1903 Bendera Inggris James West
1903–1912 Bendera Inggris J. Ernest Mangnall
1912–1914 Bendera Inggris John Bentley
1914–1922 Bendera Inggris Jack Robson
1922–1926 Bendera Inggris John Chapman
1926–1927 Bendera Inggris Lal Hilditch
1927–1931 Bendera Inggris Herbert Bamlett
1931–1932 Bendera Inggris Walter Crickmer
1932–1937 Bendera Skotlandia Scott Duncan Manajer pertama dari luar Inggris
1937–1945 Bendera Inggris Walter Crickmer
1945–1969 Bendera Skotlandia Matt Busby Manajer pertama setelah Perang Dunia II dan manajer dengan jabatan terpanjang
1969–1970 Bendera Inggris Wilf McGuinness
1970–1971 Bendera Skotlandia Matt Busby
1971–1972 Bendera Republik Irlandia Frank O'Farrell Manajer pertama dari luar Inggris Raya
1972–1977 Bendera Skotlandia Tommy Docherty
1977–1981 Bendera Inggris Dave Sexton
1981–1986 Bendera Inggris Ron Atkinson
1986–sekarang Bendera Skotlandia Alex Ferguson Manajer dengan trofi terbanyak; Manajer terlama yang melatih MU setelah Sir Matt Busby

Pemasok Kostum dan Sponsor

Pemasok Kostum

Prestasi

Domestik

Liga

Piala

  • FA Cup.pngPiala FA: 11
    • 1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
  • Carling.pngPiala Carling: 4
    • 1991-92, 2005-06, 2008-09, 2009-10
  • CommunityShield.pngFA Charity/Community Shield: 19 (4 kali juara bersama)
    • 1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011. (* juara bersama)

Eropa

Internasional

FIFA Club World Cup.svg

Catatan kaki

  1. ^ Pemilik Manchester United yang pertama
  2. ^ St. Bernard akhirnya menjadi maskot MU yang pertama dari tahun 1902-1906
  3. ^ Hingga 1992, divisi teratas persepak bolaan Inggris adalah Divisi Satu
  4. ^ Divisi Dua menjadi Divisi Satu setelah Liga Premier (Utama) dibentuk.

Rujukan

Kutipan

  1. ^ "Manchester United Football Club". Premier League. Diakses pada 24 Juni 2010.
  2. ^ Morgan (2010), pp. 44–48.
  3. ^ Bartram, Steve, "OT100 #9: Record gate ", (ManUtd.com (Manchester United)), 19 November 2009. Diakses pada 3 Desember 2010.
  4. ^ Manchester United win 11th FA Cup. CBC, 22 Mei 2004. Diakses pada 12 Agustus 2007.
  5. ^ Murphy, Alex (2006). "1878-1915: From Newton Heath to Old Trafford". The Official Illustrated History of Manchester United. London: Orion Books. hlm. pp14. ISBN 0-75287-603-1.
  6. ^ Man Utd's turbulent business history, Bill Wilson, 29 Juni 2005. Dipublikasikan oleh BBC News. Diakses pada 8 Juni 2007.
  7. ^ Murphy, Alex (2006). "1878-1915: From Newton Heath to Old Trafford". The Official Illustrated History of Manchester United. London: Orion Books. hlm. pp16. ISBN 0-75287-603-1.
  8. ^ 1958: United players killed in air disaster. BBC News. Diakses pada 12 Agustus 2007.
  9. ^ "Cantona crown's United's season of Double delight ", (The Telegraph). Diakses pada 11 Desember 2006.
  10. ^ a b "United crowned kings of Europe". BBC News. Diakses pada 11 Agustus 2008.
  11. ^ a b "Man United stands alone". Sports Illustrated. Diakses pada 11 Agustus 2008.
  12. ^ "Two down, one to go". Sports Illustrated. Diakses pada 11 Agustus 2008.
  13. ^ "Other News in Soccer vin 1999". Diakses pada 11 Agustus 2008.
  14. ^ "G-14's members". G14.com. Diakses pada 12 September 2006.
  15. ^ "Ruud accuses Ferguson of betrayal ", (BBC Sport), 2006-09-07. Diakses pada 11 Desember 2006.
  16. ^ "Seven wonders of sublime United dazzle and destroy helpless Roma ", (The Guardian), 2007-04-11.
  17. ^ Caroline Cheese (2007-05-02). "AC Milan 3-0 Man Utd (Agg: 5-3)". BBC Sport. Diakses pada 28 Mei 2007.
  18. ^ Manchester United 4-3 Europe XI, Situs Resmi Manchester United F.C., 13 Maret 2007.
  19. ^ "Grey day for Manchester United". BBC.co.uk. Diakses pada 28 Mei 2007.
  20. ^ Anthony Thomas (2007-01-03). "Excuses, excuses, excuses". Black-and-amber.co.uk. Diakses pada 28 Mei 2007.
  21. ^ "A to Z of Manchester United - R". ManUtdZone.com. Diakses pada 3 Agustus 2007. "Pada tahun 1960-an klub Salford Rugby mengadakan tur di Perancis dengan memakai kemeja merah dan kemudian dikenal dengan julukan "The Red Devils". Manager Sir Matt Busby menyukai julukan itu, dan ia berpikir bahwa lambang setan jahat lebih mengintimidasi lawan dari lambang bayi malaikat."
  22. ^ "Manchester United kits". prideofmanchester.com. Diakses pada 28 Mei 2007.
  23. ^ Manchester United 2011 USA Tour
  24. ^ "First Team". ManUtd.com (Manchester United). Diakses pada 8 Agustus 2012.
  25. ^ Thompson, Gemma, "Amos relishes Hull loan ", (ManUtd.com (Manchester United)), 20 Juli 2012. Diakses pada 20 Juli 2012.
  26. ^ Marshall, Adam, "Amos signs off with draw ", (ManUtd.com (Manchester United)), 21 Juli 2012. Diakses pada 21 Juli 2012.
  27. ^ Bartram, Steve, "Fabio joins QPR on loan ", (ManUtd.com (Manchester United)), 2 Juli 2012. Diakses pada 2 Juli 2012.

Bibliografi

  • Andrews, David L., ed (2004). Manchester United: A Thematic Study. London: Routledge. ISBN 0-415-33333-4.
  • Barnes, Justyn; Bostock, Adam; Butler, Cliff; Ferguson, Jim; Meek, David; Mitten, Andy; Pilger, Sam; Taylor, Frank OBE et al. (2001) [1998]. The Official Manchester United Illustrated Encyclopedia (edisi ke-3rd). London: Manchester United Books. ISBN 0-233-99964-7.
  • Bose, Mihir (2007). Manchester Disunited: Trouble and Takeover at the World's Richest Football Club. London: Aurum Press. ISBN 1-84513-121-5.
  • Crick, Michael; Smith, David (1990). Manchester United – The Betrayal of a Legend. London: Pan Books. ISBN 0-330-31440-8.
  • Devlin, John (2005). True Colours: Football Kits from 1980 to the Present Day. London: A & C Black. ISBN 0-7136-7389-3.
  • Dobson, Stephen; Goddard, John (2004). "Ownership and Finance of Professional Soccer in England and Europe". di dalam Fort, Rodney; Fizel, John. International Sports Economics Comparisons. Westport, CT: Praeger Publishers. ISBN 0-275-98032-4.
  • Dunning, Eric (1999). Sport Matters: Sociological Studies of Sport, Violence and Civilisation. London: Routledge. ISBN 978-0-415-09378-1.
  • Hamil, Sean (2008). "Case 9: Manchester United: the Commercial Development of a Global Football Brand". di dalam Chadwick, Simon; Arth, Dave. International Cases in the Business of Sport. Oxford: Butterworth-Heinemann. ISBN 978-0-7506-8543-6.
  • Inglis, Simon (1996) [1985]. Football Grounds of Britain (edisi ke-3rd). London: CollinsWillow. ISBN 0-00-218426-5.
  • James, Gary (2008). Manchester: A Football History. Halifax: James Ward. ISBN 978-0-9558127-0-5.
  • Morgan, Steve (March 2010). McLeish, Ian. ed. "Design for life". Inside United (Haymarket Network) (212). ISSN 1749-6497.
  • Murphy, Alex (2006). The Official Illustrated History of Manchester United. London: Orion Books. ISBN 0-7528-7603-1.
  • Rollin, Glenda; Rollin, Jack. Sky Sports Football Yearbook 2008–2009. London: Headline Publishing Group. ISBN 978-0-7553-1820-9.
  • Shury, Alan; Landamore, Brian (2005). The Definitive Newton Heath F.C. SoccerData. ISBN 1-899468-16-1.
  • Tyrrell, Tom; Meek, David (1996) [1988]. The Hamlyn Illustrated History of Manchester United 1878–1996 (edisi ke-5th). London: Hamlyn. ISBN 0-600-59074-7.
  • White, Jim (2008). Manchester United: The Biography. London: Sphere. ISBN 978-1-84744-088-4.
  • White, John (2007) [2005]. The United Miscellany (edisi ke-2nd). London: Carlton Books. ISBN 978-1-84442-745-1.